Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME, atas rahmatnya dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan program pemagangan ke Jepang dengan baik, dimana pengalaman – pengalaman pra dan sesudah pelaksanaan program pemagangan ini akan saya tuangkan kedalam Sekapur Sirih, sepenggal cerita pahit, unik dan bermanfaat akan saya ceritakan semata-mata untuk memberikan dorongan dan motivasi bagi para pemuda Indonesia pada umumnya dan para khensusei – khensuei yang ada di tanah air. Tak lupa saya ucapkan terimaksih yang setinggi – tingginya kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini Depnakertrans RI cq. Direktorat Bina Pemagangan Ditjen Binalattas dan pemerintah Jepang dalam hal ini IMM Japan yang telah memberikan sportivitas serta bimbingan kepada saya untuk mengikuti program pemagangan. Banyak cerita yang tak mungkin saya ceritakan semua kedalam Sekapur Sirih ini.
Sekapur Sirih ini tidak akan lebih sempurna apabila Bapak/Ibu tidak memberikan saran dan kritiknya kepada saya.
KEGIATAN SEBELUM MENGIKUTI PROGRAM
Seperti para pemuda umumnya dan dengan kondisi ekonomi orang tua saya yang pas-pasan saya ikut merasa prihatin dan menghendaki adanya perubahan ekonomi dalam keluarga saya. Saya lahir di salah satu kampung terpencil di kota Temanggung Provinsi Jawa Tengah, dimana struktur tanah tempat kelahiran saya adalah pegunungan dengan mata pencaharian masyarakat sekitar petani dan beternak.
Dengan kondisi seperti itu saya membantu orang tua untuk mencukupi kebutuhan hidup minimal mempertahankan perekonomian keluarga kami dengan membantu orang tua bertani , beternak dan membuat tempe (sejenis makanan dari biji kedelai) yang kemudian saya jual ke warung-warung selepas pulang sekolah.
Walau pendidikan masyarakat kami masih dibawah rata-rata tetapi keluguan, kepolosan serta kesederhanaan masyarakat di sekitar saya menjadi momen hidup yang paling indah bagi diri saya pribadi.
Ada satu hal yang menjadi beban pikiran saya pada saat itu akankah saya mengikuti jejak orang tua saya menjadi petani dan berdagang seusai saya selesai sekolah nanti, lalu apa fungsi pendidikan formal yang saya jalani selama ini dengan biaya yang tidak sedikit bagi keluarga kami.
Pengorbanan keluarga yang selama mendidik, membina dan membiayai hidup saya selama ini tak cukup hanya sekedar saya mengikuti jejak orang tua saya menjadi petani, saya harus membuktikan kepada keluarga untuk menjadi yang terbaik, tetapi dimana dan bagaimana...? Sisi lain saya tau saya hanya lulusan SLTA sedangkan lowongan pekerjaan hanya diperuntukan bagi lulusan Diploma dan Strata 1.
Pada pertengahan tahun 2005 saya bertemu dengan seorang guru bahasa Jepang yang bernama Bambang Pornomo Sensei yang mengajak saya belajar bahasa Jepang di tempat sekolah / kursus beliau bekerja yaitu SEKOLAH BAHASA JEPANG TERAKOYA YUKO di Jalan Raya Kranggan No. 36 Temanggung Jawa Tengah.
Dari sekolah itulah saya di didik dan dibina untuk belajar bahasa serta budaya Jepang, hal ini dalam rangka persiapan mengikuti seleksi program pemagangan ke Jepang. Yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah. Dengan semangat yang tinggi saya mengikuti semua kegiatan yang didakan oleh sekolah tersebut tanpa terlewat satupun.
MASA TEST DAN REKRUITMENT
Rasa cemas, takut dan sebagainya berkecamuk dihati saya pada saat mengikuti pelaksanaan seleksi, dari mulai Test Samapta, Ketahanan Fisik dan Matematika, semuanya saya lalui dengan baik tetapi ada dua test yang belum saya ketahui hasilnya yaitu hasil wawancara dan psykotest, rasa deg-degan bercampur haru bergejolak dalam diri saya, akankah saya lulus....!!! atau... akan kah saya gagal... Ya allah berilah saya petunjuk MU... karena kuasa MU lah semuanya berkehendak, tetapi ada perasaan optimis yang menyelimuti saya pada saat itu yaitu sewaktu saya mengikuti wawancara saya di tanya apakah saya bisa bahasa Jepang dan mengenal sedikit budaya Jepang, saya jawab bisa dan saya buktikan berdialog dengan petugas wawancara dari IMM Jepang.
Menjelang pembukaan hasil kelulusan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, ternyata saya adalah salah satu sekian peserta yang lulus dalam seleksi tersebut dan kemudian diwajibkan mengikuti Medical Chek Up, rasa haru dan bercampur syukur kembali berkecamuk di hati saya, Ya Allah ternyata engkau maha pengasih lagi masa penyayang, kabar gembira pun saya sampaikan keluarga saya yang sudah lama menunggu dirumah.
Seminggu kemudian saya menjalani Medical Chek Up di Semarang dan dinyatakan lulus untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang.
MASA PELATIHAN DAN PEMBERANGKATAN
Sebelum pemberangkatan ke Jepang saya diwajibkan mengikuti pelatihan pra pemberangkatan di BBPPK Lembang yang pada waktu itu saya dibimbing oleh SORAYA SENSEI dan KAWAHARA SENSEI. Rasa jenuh dan khawatir menghinggapi perasaan saya selama mengikuti pelatihan di Lembang, tetapi makna yang terkandung didalamnya sangat luar biasa dirasakan oleh saya, tanggung jawab, disiplin, berani dan sebagainya merubah total karakter saya yang dulu cengeng dan kekanak-kanakan, walau kadangkala saya masih belum begitu yakin apakah saya bisa berangkat Ke Jepang dengan baik.
Dua bulan lamanya saya mengikuti pelatihan di Lembang tanpa ada halangan apapun dan tiba saatnya saya menyiapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke Jepang. Sampai pada saat pemberangkatan di Bandar Udara Soekarno Hatta Cengkareng selintas masih ada dibenak saya betulkah saya mau ke Jepang, sudah siapkah mental saya untuk menjalani program ini dengan baik Ya allah... kalau keberangkatan saya ini mendatangkan kebaikan bagi diri saya dan keluarga izinkanlah ridhomu ya allah..., tetapi apabila keberangkatan saya mengikuti program ini mendatangkan keburukan bagi saya mohon gagalkan dengan cara Engkau ya allah.
Rasa pasrah dan khawatir menghinggapi saya saat itu, seorang anak kampung berangkat ke Jepang dengan menggunakan pesawat terbang yang sebelum belum pernah saya rasakan sebelumnya. Jangankan naik di atas pesawat melihat dari dekatpun saya belum pernah sama sekali.
Di Bandara Soekarno Hatta kami di temani oleh petugas Depnakertrans dan IMM Japan untuk melepas keberangkatan kami, rasa haru dan air mata sedih berlinang di pipih saya pada saat di izinkan prtugas untuk pamit kepada keluarga yang kebetulan saya diantar oleh paman saya, kami saling berpelukan dan mohon salam dan restu dari orang tua dan keluarga.
MASA MENGIKUTI
PROGRAM PEMAGANGAN DI JEPANG
Setibanya di NARITA AIRPORT Jepang, kami dijemput oleh petugas IMM Japan yang ada di sana, dan kami diantar ke Training Centre Yatsuka Saitama-ken untuk mengikuti pembekalan sebelum di lepas ke perusahaan penerima magang di Jepang.
Banyak hal-hal baru yang saya rasakan selama menjalani program pemagangan di Jepang, tetapi lama kelamaan saya mampu berdaptasi dengan baik dengan teman-teman dan karyawan perusahaan lainnya. Yang terpenting bagi saya saat itu mengikuti program dengan baik dan sungguh-sungguh untuk menunjukkkan pada keluarga dan negara Indonesia tercinta.
Di minggu pertama saya melaksanakan program pemagangan, saya banyak dibekali pengetahuan tekhnis tentang rancang bangun kontruksi bangunan oleh senior saya, yang kebetulan jenis kerja yang saya jalani sesuai dengan kemampuan saya yaitu pengerjaan Schaffolding atau fasilitas untuk pengerjaan kontruksi bangunan yang tinggi.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun tidak terasa saya mengikuti program ini dengan baik, selintas dalam benak saya, ingin sekali kembali ke Jepang tapi bukan sebagai peserta magang tetapi untuk jalan-jalan bersama istri dan anak-anak kelak sekedar untuk bernostalgia menikmati negari fantasi, dengan segarnya suasana musim salju dan indahnya bunga sakura.
|